malam itu, aku berjalan menyusuri gelap, ditemani puing2 kenangan.
menangis tak tau harus bagaimana, mengejarnya tak mungkin terkejar, membiarkannya tak mungkin dibiarkan.
aku diam, merenung dan berfikir. mungkin aku sakit dan mungkin aku patah hati.
angin malam itu begitu menusuk tubuhku, aku memeluk tubuhku sendiri sambil meneteskan air mata.
aku duduk, dan aku menarik nafas hingga terasa dinginnya angin malam itu.
aku melihat kesamping, tergambar sebuah kenangan, disaat dia membelai halus rambutku dengan penuh kasih sayang, dan dia berkata "jangan nangis lagi ya, aku selalu ada disisi kamu".
aku melihat kedepan, tergambar lagi sebuah kenangan, disaat dia dan aku berjalan menyusuri lapangan yg panas, terlihat mesra dan harmonis :')
saat itu, aku tidak dapat menahan tangis.
aku berlari menembus kegelapan malam itu, dengan wajah kusut, aku pulang.
aku membuka pintu dan beranjak ke kamar.
aku terus melihat handphone ku yg tergeletak di kasur, aku harap dia berubah fikiran, tetapi itu mustahil.
jam menunjukan pukul 11 malam, aku yg daritadi hanya merenung memikirkan semua masalah ini, tidurpun tak bisa.
2 bulan kemudian.
aku berdiri, dan berjalan kedepan melihat cahaya yg bersinar, dengan semangat aku menghampiri cahaya itu, dan masa kelam itu terhapuskan dengan sendirinya.
aku tersenyum dan berkata "bahkan benar, suatu hari aku bisa melupakanmu, suatu hari aku tidak akan merindukanmu lagi, suatu hari air mata ini terhapus dengan sendirinya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar