Tapi disalah satu komen pembaca, bang Soleh Solihun, seorang Jurnalis Rolling Stone Indonesia mengatakan:
Laahh, harusnya gue tambah merinding setelah baca itu komen, tapi ini gue mlah makin penasaran.
Dengan tekad yang bulat, gue beli deh tu buku.
Butuh waktu yang cukup lama buat gue untuk nyelesein novel DANUR.
Kalian pasti penasaran apa sih arti Danur. Danur adalah air yg keluar dr
bangkai (mayat) yg sudah membusuk. Di dalam novel ini juga dijelasin
kok apa arti DANUR :)
Dalam novel itu ada beberapa cerita Risa (si penulis dan juga menjadi
tokoh utama dalam novel itu) dengan mereka yang tidak terlihat.
Pengertian DANUR ini juga dijelasin sama teh Risa didalem bukunya itu.
Jadi inti ceritanya gini, teh Risa itu punya kelebihan yang sangat
spesial, yang sudah melekat padanya sejak kecil. Teh Risa ini bisa
melihat dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang tidak terlihat.
Banyak orang-orang disekelilingnya yang menganggap dia aneh karena
sering berbicara pada tembok. Yah, tembok, kita melihat dia berbicara
pada tembok, namun yang dilihat Teh Risa bukanlah tembok yang bisa
bicara, melainkan sosok makhluk-makhluk yang tidak terlihat.
Dan diantara semua pengalamannya bertemu dengan mereka, Teh Risa banyak nemuin hikmah berharga.
Ga cuma itu, sejak kecil teh Risa juga punya 5 sahabat dari dunia lain, mereka adalah Peter, William, Hans, Hendrick, Janshen. Kelima sahabatnya itu adalah anak-anak kecil keturunan bangsa Belanda yang meninggal dengan cara yang mengenaskan. Mereka berlima adalah korban dari kekejaman Bangsa Jepang sewaktu mengusir Belanda dari Bumi Pertiwi ini. Dengan cerita yang berbeda-beda, mereka semua meninggal akibat tebasan pedang dari orang Jepang. Sesekali mereka berlima menunjukkan wujud asli mereka, wujud asli yang akan membuat siapapun merinding ketakutan, sosok anak kecil yang merintih kesakitan karena kehilangan kepala mereka, darah berceceran dimana-mana, membuat bau yang cukup menyengat. Ya, begitulah. Namun, Teh Risa tetap bersahabat dengan mereka berlima, kemanapun mereka selalu bersama.
Sampai akhirnya suatu ketika kelima sahabatnya itu menghilang, Teh Risa menjadi tak bersemangat.
Sejak sahabat-sahabatnya itu menghilang, dia menjadi sangat sedih dan
selalu berharap mereka akan muncul lagi dihadapannya. Namun, beberapa
tahun telah berlalu sahabatnya itu belum juga kembali. Kekosongan itu
terisi dengan cerita lain Teh Risa dengan makhluk-makhluk yang tidak
terlihat lainnya.
Sampai pada akhirnya Risa kecil pun tumbuh menjadi Risa yang dewasa.
Dia sangat senang bernyanyi dan memulai karirnya bernyanyi dari satu
kafe ke kafe lain, sampai akhirnya Teh Risa pun rekaman. Dia membuat
sebuah lagu yang mengisahkan dirinya dengan kelima sahabatnya yang tidak
terlihat itu.
Dan saat rekaman lagu itu, Teh Risa berharap kelima sahabatnya itu bisa datang kembali.
Mulai awal rekaman lagu itu sampai selesai, kelima sahabatnya tak
kunjung datang. Namun, saat Teh Risa menyanyikan lagu berbahasa Sunda
yang sering dinyanyikan salah satu sahabatnya yg tak terlihat
dulu; Peter, William, Hans, Hendrick, Janshen pun hadir mengelilinginya
dan ikut bernyanyi bersamanya.
Dan akhirnya sampai saat ini, kelima sahabatnya itu tetap menemaninya kemanapun dia pergi.
Teh Risa sekarang telah menjadi musisi hebat. Setiap dia perform diberbagai acara, kelima sahabatnya selalu menemaninya dan ikut menyanyikan lagu Teh Risa bersama-sama.
Dan akhirnya sampai saat ini, kelima sahabatnya itu tetap menemaninya kemanapun dia pergi.
Teh Risa sekarang telah menjadi musisi hebat. Setiap dia perform diberbagai acara, kelima sahabatnya selalu menemaninya dan ikut menyanyikan lagu Teh Risa bersama-sama.
Ini bukan cerita fiktif, ini cerita jujur dari seorang RISA SARASWATI :)
Twitternya : @risa_saraswati
"Semua ini sudah ada yang mengatur. Entah kita sadari atau tidak, entah
kita percaya atau tidak, kita tidak hidup sendirian di alam semesta ini."
Sumber: http://indytatiana.blogspot.com/2012/03/novel-danur-risa-saraswati.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar